Anak Tumbuh Cerdas : Belajar Matematika Sejak Dini Dengan Sempoa
Sempoa adalah salah satu alat paling kuno yang dipergunakan untuk membantu kita melakukan perhitungan. Dia merupakan temuan penting dalam sejarah manusia yang sangat membantu mempermudah pekerjaan berhitung. Meskipun bentuknya sangat sederhana, sempoa telah memberikan jasa sangat besar dalam memajukan kegiatan ekonomi.
Dengan bantuan sempoa, para profesional dan pedagang di zaman pra-kalkulator mampu melakukan penghitungan-penghitungan dengan sangat cepat dan penuh keahlian. Kenyataan ini yang membuat banyak orang berpikir bahwa anak-anak di zaman komputer ini pun tetap perlu diberi pelajaran berhitung dengan sempoa sebagai dasar sebelum melangkah menuju pelajaran matematika modern.
Alasannya adalah karena sempoa memiliki bentuk yang sangat sederhana. Apalagi jika sempoa tersebut dibuat dalam bentuk warna-warni yang disukai anak kecil, mereka akan melihatnya lebih sebagai mainan daripada alat berhitung. Dengan bantuan sempoa warna-warni, memperkenalkan ilmu berhitung pada anak akan menjadi jauh lebih mudah. Anak pun tidak akan mudah bosan karena mereka menganggap sempoa tersebut sebagai salah satu mainan mereka.
Mungkin anda akan bertanya, untuk apa kita mengajarkan pada anak berhitung dengan sempoa sementara kalkulator dan komputer yang terhubung ke internet setiap saat sudah tersedia di rumah. Jawabannya adalah karena sempoa akan memberikan pondasi matematika yang lebih kuat pada sang anak. Meskipun saat ini dengan bantuan komputer manusia mampu melakukan perhitungan matematika tingkat tinggi yang sangat rumit, tetapi tetap saja pada saat dilahirkan otak setiap anak dalam keadaan putih bersih, belum ada sesuatu apa pun yang tertulis di sana. Perhitungan cara sempoa yang diajarkan pada usia dini akan membekas hingga anak dewasa dan akan memberikan pondasi logika matematika yang lebih baik.
Dengan bantuan sempoa pula, anak akan lebih mudah belajar berhitung perkalian. Di mata orang dewasa memang perkalian adalah suatu hal yang sangat mudah, namun tidak demikian di mata anak-anak. Sempoa merupakan alat bantu sederhana tetapi sangat efektif untuk mengajarkan perkalian pada anak dengan lebih mudah.
Sebaiknya seorang ibu mulai memperkenalkan sempoa kepada anaknya sejak usia dini sebagai salah satu barang mainan sang anak. Cara ini diharapkan akan membuat anak tidak merasa asing dengannya. Ketika pada saatnya kita mulai ingin memperkenalkan anak pada bilangan dan berhitung sederhana dengan sempoa, maka mereka merasa bahwa mereka sedang bermain. Karena menganggapnya sedang bermain, anak pun akan melakukannya dengan gembira.
Anak-anak biasanya juga mudah untuk menyukai sempoa karena bentuknya. Manik-manik sempoa yang dibuat berwarna-warni akan mudah membuat anak jatuh cinta padanya. Belajar mengenal angka dan berhitung pun menjadi sesuatu yang menyenangkan.
Memperkenalkan pelajaran berhitung dengan sempoa adalah sangat mudah. Setiap manik-manik mewakili bilangan tertentu yang cukup mudah diingat. Proses perhitungan pun dilakukan dengan sederhana, cukup dengan menggeser posisi manik-manik. Karena setiap angka sudah direpresentasikan dalam manik sempoa, maka tidak perlu mengingat apa pun dalam pikiran kecuali menempatkan jari pada manik-manik dan menggesernya ke posisi yang telah ditentukan. Hasil perhitungan dapat dengan mudah dilihat dari posisi manik-manik pada sempoa.
Bahkan sempoa dapat dimanfaatkan untuk belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus. Misalkan anak tuna penglihatan dapat memanfaatkan bantuan sempoa untuk belajar berhitung karena mereka tidak dapat melakukannya di atas kertas.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang belajar berhitung sempoa sejak usia dini, mampu melakukan perhitungan aritmatika lebih cepat dan lebih baik. Bahkan dalam beberapa perlombaan sempoa melawan kalkulator, ahli berhitung sempoa mampu mengalahkan kecepatan kalkulator elektronik.
Memang meskipun bentuknya sangat sederhana, sempoa tidak akan pernah lekang oleh zaman sebagai alat bantu berhitung. Sempoa pun bermanfaat untuk merangsang pertubuhan jaringan otak anak pada usia dini dan membentuk dasar logika matematika yang lebih baik.