Archive

Archive for the ‘Anak Cerdas’ Category

Tumbuh Kembang Anak : Perkembangan Otak Pada Usia Dini

January 7th, 2010

Apakah anda memiliki anak balita ? Jika ya, maka tulisan berikut akan sangat bermanfaat bagi anak anda. Usia 0-6 tahun adalah “masa emas” pertumbuhan seorang anak, karena 75% tumbuh kembang otaknya terjadi pada periode ini. Sebagian besar sel otak memang terbentuk saat bayi masih dalam kandungan, tetapi mayoritas hubungan antar sel (brain wiring) baru terbentuk pada usia 0 hingga 6 tahun.

Secara garis besar pertumbuhan otak pada usia dini terbagi menjadi 6 tahap sebagai berikut. <!–more–>

Lahir sampai dengan usia 6 bulan
Otak tumbuh dengan tiada bandingannya  selama enam bulan pertama dalam kehidupan seorang anak manusia. Hal yang paling utama dalam pertumbuhan ini adalah kemampuan penglihatan, perbendaharaan kata, dan perkembangan emosional. Karena perkembangan otak yang berhubungan dengan penglihatan dan emosi  menutup lebih cepat, maka merupakan hal yang sangat penting untuk memberikan perhatian terhadapnya dalam rentang umur 0-6 bulan ini.

Usia 6 sampai dengan 12 bulan
pada usia ini pertumbuhan jaringan antar sel otak terutama berhubungan dengan dengan kemampuan penglihatan, kemampuan memahami komunikasi verbal dan perkembangan emosional. Dasar-dasar untuk pengendalian emosi mulai terbentuk. Perkembangan pemahaman percakapan sederhana tumbuh dengan cepat pada tingkatan ini. Pada periode ini merupakan masa yang tepat untuk mulai memperkenalkan kemampuan komunikasi verbal.

Usia 12 sampai dengan 18 bulan
Masa paling penting dalam perkembangan otak manusia ada dalam rentang usia ini. Pada tahap ini rangsangan dari luar sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan jaringan sel otak. Banyak ahli neurologi yang berpendapat bahwa keahlian seumur hidup dan bakat seseorang mulai dibentuk pada masa ini

Usia 18 sampai dengan 24 bulan
Anak-anak pada usia ini mengalami peningkatan besar dalam kemampuan mengendalikan gerak tubuh mereka. Kemampuan motoris juga semakin berkembang. Mereka menjadi lebih peduli terhadap perasaan orang lain dan mulai belajar untuk berbagi. Mengajarkan kemampuan komunikasi verbal dan perbendaharaan kata adalah hal yang paling penting. Di samping itu orang tua juga mulai bisa memperkenalkan kemampuan mengenal bilangan dan logika kepada anak.

Usia 2 sampai 3 tahun
Pada usia tiga tahun, sebagian besar anak sudah memiliki otak dengan pertumbuhan dan kepadatan yang sempurna. Otak sudah memiliki pola yang terbentuk dengan baik, yang selanjutnya akan menentukan tumbuh kembang sang anak. Pengkodean jaringan otak yang berhubungan dengan komunikasi verbal mulai berakhir saat anak memasuki usia 3 tahun. Pemberian rangsangan yang mampu meningkatkan kemampuan komunikasi anak sangat penting dalam rentang usia ini. Pada akhir tahap ini kemampuan otak untuk menerima rangsangan musik mulai berkembang.

Usia 3 sampai dengan 5 tahun
Antara usia tiga dan lima tahun, perkembangan-perkembangan paling penting dalam proses tumbuh kembang otak seorang anak mulai memasuki tahap akhir. Beberapa penelitian memperlihatkan adanya hubungan antara pola otak yang distimulasi musik dengan kemampuan memahami konsep spasial (pandang ruang) matematika yang lebih baik.
Pembelajaran instrumen musik pada usia ini juga membentuk pola otak yang akan membekas hingga usia dewasa.

Anak Cerdas , , ,

Membantu Anak Agar Sukses Belajar Bahasa Inggris

January 5th, 2010

Sebagai orang tua tentunya anda tidak menginginkan anak buah hati anda tidak mampu bersaing dalam era globalisasi saat ini. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional, terutama bahasa Inggris, menjadi sesuatu yang sangat penting, terlebih saat anak mulai memasuki dunia pendidikan dan lingkungan kerja. Anda mungkin ingin membantu bagaimana agar anak sukses belajar bahasa Inggris, tetapi tidak yakin apa yang harus dilakukan.

Seorang anak adalah individu yang unik. Tidak ada manusia yang diciptakan sama. Cara seorang anak belajar tergantung kepada beberapa faktor: usia, gaya belajar, kepribadian, dsb. Artikel berikut ini akan membantu anda memilihkan aktivitas dan metode yang sesuai untuk anak-anak anda dalam belajar bahasa Inggris.

Setiap anak melewati beberapa tahapan belajar dalam pertumbuhannya.

Seorang bayi atau anak-anak belajar tentang dunia dengan cara beraksi terhadap input melalui indera mereka
Dari usia dua sampai tujuh tahun seorang anak mulai memiliki kemampuan berpikir dan mempertimbangkan sesuatu, tetapi masih lebih banyak mengacu pada dirinya sendiri.

Setelah menginjak usia sekitar tujuh tahun, anak-anak biasanya mulai lebih banyak melihat dan memperhatikan keluar ke lingkungan sekitarnya.
Saat masuk usia 12 tahun, mayoritas anak sudah memiliki kemampuan untuk berpikir dan mempertimbangkan segala sesuatu yang ada di lingkungan sekitarnya.

Hal ini berarti bahwa pada anak-anak yang lebih muda kita perlu untuk melakukan personalisasi dan memberikan contoh yang berhubungan dengan diri mereka. Sementara untuk anak yang lebih dewasa memerlukan lebih banyak bantuan untuk memahami lingkungan di sekelilingnya. Hal ini juga berarti bahwa anak-anak harus berada pada tingkatan usia yang tepat untuk mulai belajar sesuatu. Sebagai contoh untuk anak yang lebih kecil, pelajaran bahasa Inggris akan lebih sesuai diajarkan dengan menggunakan konsep angka, warna, dan bentuk. Tidak perlu memperkenalkan tata bahasa (grammar) saat anak masih berada pada usia dini.

Type pembelajar apakah anak anda?

Sangat penting untuk memahami cara yang paling disenangi anak anda dalam belajar. Bagian indera apa yang paling dominan ? Apakah mereka lebih menyukai gambar dari pada membaca? Jika ya, maka bantulah anak anda dengan menggunakan gambar, lukisan, peta atau diagram sebagai alat bantu belajar bahasa Inggris.

Beberapa anak lebih menyukai mendengarkan dan membaca. Anda dapat menggunakan cerita-cerita untuk membantu type anak seperti ini. Anak-anak biasanya juga menyenangi belajar melalui lagu, nyanyian dan irama.

Apakah anak anda gemar memegang dan memindahkan benda di sekelilingnya ? Beberapa anak memiliki energi lebih dari yang lain. Anda dapat memberikan permainan agar aktivitas mereka lebih terarah. Menambahkan nyanyian dan irama akan membuat suasana lebih hidup.

Anak yang cenderung pendiam kadangkala memiliki perbendaharaan kata yang bagus dan seorang pembaca yang baik. Permainan kata-kata, teka-teki silang, pencarian kata atau anagram akan sangat membantu anak type seperti ini dalam belajar bahasa Inggris.

Sementara type anak lain lebih menikmati penjelasan yang detail dan logis tentang sesuatu, atau membuat dan menerapkan aturan dan rencana untuk diri mereka sendiri. Mereka biasanya juga kuat di bidang matematika. Untuk jenis anak-anak ini, mereka menyukai permainan jenis puzzle, membaca dan menulis, pemecahann masalah, menyusun benda dan permainan komputer akan sangat membantu proses belajar mereka.

Jenis interaksi apa yang disenangi anak anda?

Beberapa anak sangat mudah berinteraksi dan bersosialisai. Anak type ini dapat belajar bahasa Inggris lebih cepat karena mereka gemar berkomunikasi verbal. Mereka lwbih tidak takut melakukan kesalahan.

Anak yang lain lebih pendiam dan reflektif. Mereka belajar dengan mendengarkan dan melakukan observasi terhadap apa yang terjadi. Mereka lebih menghindari melakukan kesalahan. Mereka baru akan tampil setelah yakin tidak akan melakukan kesalahan.

Jika anak-anak anda adalah anak yang suka bergaul, maka yang terbaik untuk mereka adalah belajar bahasa Inggris berkelompok. Anak yang cenderung pendiam mungkin lebih cocok dengan cara belajar bahasa Inggris privat, karena cara ini lebih memberikan rasa aman. Anda dapat menggunakan banyak cara bahkan dengan membacakan cerita berbahasa Inggris saat menjelang tidur.
Memotivasi anak dalam belajar bahasa Inggris

Anak akan lebih senang belajar dalam suasana yang menyenangkan dan tanpa tekanan. Arahkan mereka untuk mengikuti minat dan kesenangannya. Sebagai contoh jika anak anda menyenangi sepakbola, maka mereka mungkin akan lebih menyukai membaca cerita tentang sepakbola meskipun bacaan tersebut memiliki tingkat kesulitan di atas kemampuan mereka.

Kegemaran dan motivasi internal sangat membantu anak-anak untuk mengatasi kesulitan dalam dalam belajar. Cobalah untuk mengadakan sebanyak mungkin kegiatan menyenangkan yang dapat membantu anak anda mempelajari Bahasa Inggris. Lagu, musik, video / DVD film, berbagai permainan terutama permainan komputer sangat efektif untuk memotivasi anak-anak dalam belajar bahasa Inggris.

Anak-anak biasanya hanya dapat berkonsentrasi dalam waktu singkat. Ketika melakukan aktivitas dengan anak anda, misalnya menggunakan kartu flash, atau permainan word-puzzle, pastikan anda menghentikan atau mengubah aktivitas ketika anak anda mulai terlihat bosan atau gelisah. Kebanyakan anak hanya mampu berkonsentrasi dalam hitungan menit.

Anak-anak senang terhadap pujian dan dorongan semangat. Biarkan anak anda mengetahui bahwa mereka telah melakukan sesuatu dengan benar. Jangan terlalu mengkritik mereka ketika mereka melakukan kesalahan. Kesalahan merupakan hal yang biasa dalam mempelajari bahasa Inggris. Jangan terlalu memusingkan masalah grammar. Berikan lebih banyak dorongan agar anak anda menggunakan Bahasa Inggris untuk berkomunikasi.

Anak-anak perlu mengulangi item-item bahasa selama beberapa kali agar ‘tertanam’ dalam ingatan mereka. Jangan pernah bosan untuk mengulangi permainan atau beberapa aktivitas yang berbeda dengan topik bahasa yang sama. Anak-anak menyukai untuk mengulangi lagu atau cerita yang sama karena memberikan rasa percaya diri dan perasaan familiar terhadap sesuatu.

Anak Cerdas , , ,

Anak Tumbuh Cerdas : Belajar Matematika Sejak Dini Dengan Sempoa

January 4th, 2010

Sempoa adalah salah satu alat paling kuno yang dipergunakan untuk membantu kita melakukan perhitungan. Dia merupakan temuan penting dalam sejarah manusia yang sangat membantu mempermudah pekerjaan berhitung. Meskipun bentuknya sangat sederhana, sempoa telah memberikan jasa sangat besar dalam memajukan kegiatan ekonomi.

Dengan bantuan sempoa, para profesional dan pedagang di zaman pra-kalkulator mampu melakukan penghitungan-penghitungan dengan sangat cepat dan penuh keahlian. Kenyataan ini yang membuat banyak orang berpikir bahwa anak-anak di zaman komputer ini pun tetap perlu diberi pelajaran berhitung dengan sempoa sebagai dasar sebelum melangkah menuju pelajaran matematika modern.

Alasannya adalah karena sempoa memiliki bentuk yang sangat sederhana. Apalagi jika sempoa tersebut dibuat dalam bentuk warna-warni yang disukai anak kecil, mereka akan melihatnya lebih sebagai mainan daripada alat berhitung. Dengan bantuan sempoa warna-warni, memperkenalkan ilmu berhitung pada anak akan menjadi jauh lebih mudah. Anak pun tidak akan mudah bosan karena mereka menganggap sempoa tersebut sebagai salah satu mainan mereka.

Mungkin anda akan bertanya, untuk apa kita mengajarkan pada anak berhitung dengan sempoa sementara kalkulator dan komputer yang terhubung ke internet setiap saat sudah tersedia di rumah. Jawabannya adalah karena sempoa akan memberikan pondasi matematika yang lebih kuat pada sang anak. Meskipun saat ini dengan bantuan komputer manusia mampu melakukan perhitungan matematika tingkat tinggi yang sangat rumit, tetapi tetap saja pada saat dilahirkan otak setiap anak dalam keadaan putih bersih, belum ada sesuatu apa pun yang tertulis di sana. Perhitungan cara sempoa yang diajarkan pada usia dini akan membekas hingga anak dewasa dan akan memberikan pondasi logika matematika yang lebih baik.

Dengan bantuan sempoa pula, anak akan lebih mudah belajar berhitung perkalian. Di mata orang dewasa memang perkalian adalah suatu hal yang sangat mudah, namun tidak demikian di mata anak-anak. Sempoa merupakan alat bantu sederhana tetapi sangat efektif untuk mengajarkan perkalian pada anak dengan lebih mudah.

Sebaiknya seorang ibu mulai memperkenalkan sempoa kepada anaknya sejak usia dini sebagai salah satu barang mainan sang anak. Cara ini diharapkan akan membuat anak tidak merasa asing dengannya. Ketika pada saatnya kita mulai ingin memperkenalkan anak pada bilangan dan berhitung sederhana dengan sempoa, maka mereka merasa bahwa mereka sedang bermain. Karena menganggapnya sedang bermain, anak pun akan melakukannya dengan gembira.

Anak-anak biasanya juga mudah untuk menyukai sempoa karena bentuknya. Manik-manik sempoa yang dibuat berwarna-warni akan mudah membuat anak jatuh cinta padanya. Belajar mengenal angka dan berhitung pun menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Memperkenalkan pelajaran berhitung dengan sempoa adalah sangat mudah. Setiap manik-manik mewakili bilangan tertentu yang cukup mudah diingat. Proses perhitungan pun dilakukan dengan sederhana, cukup dengan menggeser posisi manik-manik. Karena setiap angka sudah direpresentasikan dalam manik sempoa, maka tidak perlu mengingat apa pun dalam pikiran kecuali menempatkan jari pada manik-manik dan menggesernya ke posisi yang telah ditentukan. Hasil perhitungan dapat dengan mudah dilihat dari posisi manik-manik pada sempoa.

Bahkan sempoa dapat dimanfaatkan untuk belajar berhitung pada anak berkebutuhan khusus. Misalkan anak tuna penglihatan dapat memanfaatkan bantuan sempoa untuk belajar berhitung karena mereka tidak dapat melakukannya di atas kertas.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang belajar berhitung sempoa sejak usia dini, mampu melakukan perhitungan aritmatika lebih cepat dan lebih baik. Bahkan dalam beberapa perlombaan sempoa melawan kalkulator, ahli berhitung sempoa mampu mengalahkan kecepatan kalkulator elektronik.

Memang meskipun bentuknya sangat sederhana, sempoa tidak akan pernah lekang oleh zaman sebagai alat bantu berhitung. Sempoa pun bermanfaat untuk merangsang pertubuhan jaringan otak anak pada usia dini dan membentuk dasar logika matematika yang lebih baik.

Anak Cerdas , , ,

Perkembangan Otak Manusia : Antara Mitos & Kenyataan

January 3rd, 2010

Banyak pemahaman awal tentang perkembangan otak manusia yang berubah semenjak para ilmuwan lebih banyak melakukan riset tentang pertumbuhan dan perkembangan otak. Banyak dari pemahaman awal tersebut yang sebenarnya hanya merupakan mitos turun temurun. Mitos pertumbuhan dan perkembangan otak, terutama pada anak usia dini,  tersebut akhirnya banyak yang tidak terbukti dengan ditemukannya lebih banyak fakta oleh para ilmuwan.  Beberapa mitos dan fakta tersebut di antaranya adalah :

Mitos - Otak manusia sudah sepenuhnya tumbuh dan berkembang saat dia dilahirkan sebagai seorang bayi, sama seperti halnya organ tubuh yang lain misalkan jantung ataupun alat-alat pencernaan.
Fakta - Mayoritas sel otak memang terbentuk saat bayi masih dalam kandungan, tetapi koneksi antar sel tumbuh dan berkembang  setelah bayi dilahirkan hingga anak mencapai usia sekitar 6 tahun..

Mitos – Perkembangan otak manusia sepenuhnya tergantung kepada gen yang diturunkan dari kedua orang tuanya.
Fakta – Pengalaman dan interaksi bayi dan balita  dengan lingkungannya adalah hal terpenting dalam perkembangan otak seorang anak.

Mitos – Aktivitas otak seorang anak balita lebih rendah dibandingkan dengan otak orang dewasa , dengan remaja yang sudah duduk di perguruan tinggi misalkan.
Fakta – Otak seorang anak usia 3 tahun dua kali lebih aktif dibandingkan otak orang dewasa.

Mitos – Mengajak berbicara dengan anak kita yang masih bayi tidaklah penting,  karena dia belum dapat memahami apa yang kita bicarakan .
Fakta – Berbicara dengan anak yang belum dapat berbicara ataupun masih bayi dapat membentuk dasar  kemampuan komunikasi verbal atau menguasai komunikasi bahasa. Hal ini akan mempermudah sang anak mempelajari  berbagai bahasa verbal jika sudah tiba saatnya nanti.

Mitos – Anak memerlukan bantuan mainan  khusus untuk untuk lebih merangsang perkembangan dan pertumbuhan otaknya.
Fakta – Permainan khusus memang bisa membantu pertumbuhan otak, tetapi yang jauh lebih penting adalah  perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtua dan orang-orang di sekelilingnya. Hal ini jauh lebih efektif dibanding barang-barang mainan yang mahal. Mengajaknya berbicara, bernyanyi dan bermain  adalah beberapa aktivitas penting yang membantu pertumbuhan otak sang anak.

Jadi, memang banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan otak pada usia bayi dan anak-anak. Faktor-faktor penting itu termasuk genetika,  makanan dan nutrisi, perhatian dan kasih sayang orang tua dan lingkungan sekelilingnya maupun  aktivitas fisik. Secara khusus orang tua harus memberikan perhatian terhadap  kelengkapan  nutrisi makanan, memberikan cukup perhatian dan kasih sayang, dan mengajak sang anak berbicara dan bermain setiap hari untuk lebih merangsang pertumbuhan otaknya.

Anak Cerdas , , ,