Home > Anak Cerdas > Perkembangan Otak Manusia : Antara Mitos & Kenyataan


Perkembangan Otak Manusia : Antara Mitos & Kenyataan

January 3rd, 2010

Banyak pemahaman awal tentang perkembangan otak manusia yang berubah semenjak para ilmuwan lebih banyak melakukan riset tentang pertumbuhan dan perkembangan otak. Banyak dari pemahaman awal tersebut yang sebenarnya hanya merupakan mitos turun temurun. Mitos pertumbuhan dan perkembangan otak, terutama pada anak usia dini,  tersebut akhirnya banyak yang tidak terbukti dengan ditemukannya lebih banyak fakta oleh para ilmuwan.  Beberapa mitos dan fakta tersebut di antaranya adalah :

Mitos - Otak manusia sudah sepenuhnya tumbuh dan berkembang saat dia dilahirkan sebagai seorang bayi, sama seperti halnya organ tubuh yang lain misalkan jantung ataupun alat-alat pencernaan.
Fakta - Mayoritas sel otak memang terbentuk saat bayi masih dalam kandungan, tetapi koneksi antar sel tumbuh dan berkembang  setelah bayi dilahirkan hingga anak mencapai usia sekitar 6 tahun..

Mitos – Perkembangan otak manusia sepenuhnya tergantung kepada gen yang diturunkan dari kedua orang tuanya.
Fakta – Pengalaman dan interaksi bayi dan balita  dengan lingkungannya adalah hal terpenting dalam perkembangan otak seorang anak.

Mitos – Aktivitas otak seorang anak balita lebih rendah dibandingkan dengan otak orang dewasa , dengan remaja yang sudah duduk di perguruan tinggi misalkan.
Fakta – Otak seorang anak usia 3 tahun dua kali lebih aktif dibandingkan otak orang dewasa.

Mitos – Mengajak berbicara dengan anak kita yang masih bayi tidaklah penting,  karena dia belum dapat memahami apa yang kita bicarakan .
Fakta – Berbicara dengan anak yang belum dapat berbicara ataupun masih bayi dapat membentuk dasar  kemampuan komunikasi verbal atau menguasai komunikasi bahasa. Hal ini akan mempermudah sang anak mempelajari  berbagai bahasa verbal jika sudah tiba saatnya nanti.

Mitos – Anak memerlukan bantuan mainan  khusus untuk untuk lebih merangsang perkembangan dan pertumbuhan otaknya.
Fakta – Permainan khusus memang bisa membantu pertumbuhan otak, tetapi yang jauh lebih penting adalah  perhatian dan kasih sayang dari kedua orangtua dan orang-orang di sekelilingnya. Hal ini jauh lebih efektif dibanding barang-barang mainan yang mahal. Mengajaknya berbicara, bernyanyi dan bermain  adalah beberapa aktivitas penting yang membantu pertumbuhan otak sang anak.

Jadi, memang banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan otak pada usia bayi dan anak-anak. Faktor-faktor penting itu termasuk genetika,  makanan dan nutrisi, perhatian dan kasih sayang orang tua dan lingkungan sekelilingnya maupun  aktivitas fisik. Secara khusus orang tua harus memberikan perhatian terhadap  kelengkapan  nutrisi makanan, memberikan cukup perhatian dan kasih sayang, dan mengajak sang anak berbicara dan bermain setiap hari untuk lebih merangsang pertumbuhan otaknya.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.